Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
| 0 komentar ]

lunamaya bugilPresenter Dahsyat, Luna Maya kini gosipnya dahsyat banget, beredar video porno luna maya dan ariel peterpan di Internet. Kabar berita video porno Luna Maya ini barusan saya dapat di twitter. Emang hebat tuh twitter, sebuah micro blogging yang bisa juga dikatakan 'pemasaran lewat mulut ke mulut', buat tim sukses Pemilukada coba deh, pake jasa twitter,hihiih...
Setelah beberapa waktu lalu, Luna Maya heboh di twitter. Kini kejadian tersebut terulang lagi. Luna Maya kembali heboh di twitter dengan 'domain' beredarnya video mesum Luna Maya. Yah topik tersebut menjadi hangat dan membuat penghuni twitter penasaran banget sehingga ditanggapi dengan munculnya link download video porno Luna Maya tersebut.

BTW susah bgt cari link downloadnya ya? saya dapet dari forum nih nanti kalo uda kebuka tinggal kebawahin n copas tuh link.

klik link dibawah

DOWNLOAD VIDEO MESUM LUNAMAYA DAN ARIEL PETERPAN  

READ MORE - Download video mesum Luna Maya dan Ariel

| 0 komentar ]

sex partyRupanya uang masih menjadi sebuah kekuatan yang bisa membeli segalanya termasuk sebuah kehormatan. Ada uang maka apapun akan dilakukan demi uang dan untuk uang. Inilah sebuah kenyataan yang memang terjadi di jaman yang sekarang serba butuh uang.

Hampir sepertiga warga Inggris bersedia berhubungan seks dengan siapa saja yang mampu membayar mereka sebesar satu juta poundsterling atau setara dengan Rp 13 miliar. Hal itu merupakan hasil sebuah survei yang dilakukan Durex British Sex dan dilansir Telegraph, Jumat.

Survei itu menemukan, hampir 30 persen orang dapat dibeli untuk berhubungan seks demi uang satu juta poundsterling, sementara kurang dari 15 persen akan terlibat dalam hubungan seksual seharga 100.000 poundsterling. Sebanyak 5 persen akan berpartisipasi demi tiket Piala Dunia. Namun, para peneliti juga menemukan, hampir setengah dari responden mengatakan, mereka tidak akan pernah menerima proposal untuk melakukan hubungan seks dengan orang asing.

Survei ini mengikuti alur cerita film Hollywood tahun 1993 berjudul Indecent Proposal. Dalam film itu, seorang perempuan yang telah menikah, yang dimainkan Demi Moore, setuju untuk berhubungan seks dengan seorang pengusaha, dimainkan oleh Robert Redford, dengan bayaran satu juta dollar AS.

Temuan lain dari polling online terhadap 12.000 responden itu adalah bahwa dua dari tiga orang tidak akan pernah berbuat curang kepada pasangannya meski ada sejumlah figur publik, seperti pesepak bola John Terry yang tidak setia kepada istrinya Toni atau Ashley Cole yang diduga telah berselingkuh dan mengkhianati istrinya, Cheryl.

Menurut hasil jajak pendapat itu, rata-rata orang Inggris berhubungan seks tiga sampai empat kali seminggu dan telah tidur dengan maksimal lima orang yang berbeda. Jajak pendapat itu juga menemukan, hampir tiga dari empat pasangan membicarakan fantasi seksualnya dengan pasangan mereka, hampir seperlima pasangan mengenakan pakaian pasangan mereka.

Temuan lain adalah hampir dua pertiga dari responden mengaku pernah menonton film porno dan lebih dari 5 persen berpartisipasi dalam kelompok seks.
READ MORE - Sepertiga Warga Inggris Bersedia NgeSeks Asal Dibayar

| 0 komentar ]

Pemutusan hubungan kerja (PHK) tak selamanya pahit.Lihat saja Siswati.PHK justru menuntunnya menjadi pengusaha sukses di bidang alat permainan edukatif anak usia dini.

TAHUN 2005 menjadi tahun tak terlupakan bagi Siswati. Pada tahun tersebut dia bersama 12 rekannya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari PT Mentari Toy, tempatnya bekerja. Perusahaan mainan di daerah Jombang, Jawa Timur itu terpaksa melepas Siswati dan kawan-kawan lantaran gulung tikar. Siswati pun nyaris putus asa. Apalagi sewaktu terkena PHK, usianya bersama 12 rekan sudah tidak muda lagi,rata-rata 40 tahun. ”Di usia 40 tahun,mana ada perusahaan yang mau menerima kami bekerja,” Siswati bercerita.

Di tengah keputusasaan,secercah harap untuk dapat kembali meraih masa depan yang lebih baik terkuak. Ibu empat anak tersebut mendapat tawaran dari seorang pejabat di Jombang bekerja sama membuat mainan edukatif. Bersama 12 rekan-rekannya yang terkena PHK, Siswati pun menjalin kerja sama tersebut. Terlebih pejabat asal Jombang tersebut menawarkan beberapa kemudahan. Sayang,entah mungkin karena belum rezeki,di tengah jalan kerja sama itu terhenti. Siswati kembali menemui persoalan pelik. Buntut kerja sama yang terputus di tengah jalan, dia dan rekan-rekannya harus menanggung sejumlah utang.

”Kesabaran kami benar-benar diuji saat itu,”katanya. Di tengah cobaan tersebut, pertolongan ternyata tetap saja datang.Rekan atasannya sewaktu di PT Mentari Toy menawarinya mendirikan perusahaan permainan edukatif agar utang yang ditanggungnya dapat terbayar. Dengan modal pinjaman, Siswati dan dua temannya mengawali upaya mendirikan perusahaan dengan menjadi distributor mainan dari kayu, plastik, dan besi. “Saat itu kami belum memproduksi, tetapi memesan barang dari Jateng dan Jatim,”katanya. Usaha distributor mainan ditekuninya hingga satu setengah tahun. Selama menjalankan usahanya sebagai distributor, pasar merespons dengan baik.

Barangbarang yang diambil dari wilayah Jatim dan Jateng tersebut selalu habis terjual. Merasa ilmu dalam bisnis mainan telah lengkap diperoleh,Siswati bersama sejumlah temannya yang terkena PHK pada 2007 mendirikan CV Putra Putri dengan modal Rp40 juta. Beberapa kawan mantan pekerja PT Mentari Toy juga diajak ikut serta. Tak butuh waktu lama bagi CV Putra Putri yang memproduksi permainan edukatif untuk berkembang pesat. Pesanan satu demi satu berdatangan, hingga jumlahnya ribuan.Omzet perusahaannya meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awal-awal pendirian omzetnya masih berada di kisaran Rp1-2 miliar per tahun,pada 2009 omzet perusahaannya telah mencapai Rp8 miliar per tahun.

Penambahan omzet yang demikian besar itu menurut Siswati karena dalam tempo waktu tiga bulan terakhir pada 2009, perusahaannya mendapat order dari 18 kabupaten di Indonesia. ”Semua berjalan demikian cepat. Saya sendiri tak mengira kalau perusahaan yang bisa dikatakan industri rumahan bisa seperti sekarang,”kata Siswati. Kini produksi mainan edukatif CV Putra Putri dengan merek dagang Papoe (singkatan dari putra dan poetri) telah merambah 33 provinsi di Indonesia. Dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Jayapura.

Pabriknya yang berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi di Desa Kembangbunder, Jombang, setiap bulan telah mampu memproduksi hingga 513 jenis mainan edukatif untuk anak di usia emas (golden age),0-4 tahun.CV Putra Putri juga menampung pekerja yang sebagian besar dari warga sekitar, ditambah beberapa pekerja mantan karyawan PT Mentari Toy. Atas prestasi itu, banyak penghargaan yang diterima Siswati.Perusahaannya kerap menjadi contoh pembuatan alat edukatif yang ramah lingkungan, memerhatikan aspek kesehatan, dan tidak membahayakan untuk anak balita.

”Pelatihan-pelatihan yang saya dapatkan membantu saya membuat mainan yang memperhatikan standar keselamatan dan keamanan. Semua bahan yang kami gunakan aman dan tidak mengandung racun,”ungkapnya. Dia juga dipercaya menerima pinjaman bank sebesar Rp125 juta dari BNI.Jumlahnya terus meningkat hingga kini menjadi Rp150 juta. Siswati memilih BNI karena mutu pelayanan dan suku bunganya yang kompetitif. Namun,tak selamanya roda bisnis CV Putra Putri berjalan mulus. Nah, situasi yang paling sulit dihadapi Siswati adalah penjiplakan yang dilakukan perusahaan lain terhadap Papoe, brand produk CV Putra Putri.Penjiplakan hasil karya ini,menurut Siswati, sudah cukup mencemaskan.

”Banyak komplain ke kami bahwa produk bikinan Jombang kurang baik.Padahal, setelah kami selidiki,ternyata produk itu dari daerah lain,”katanya. Ironisnya, tak banyak pilihan bagi Siswati untuk keluar dari masalah ini. Untuk mendaftarkan hasil karyanya, setiap item dikenai biaya registrasi Rp600.000. Bisa dibayangkan, berapadanayangharus dikeluarkan CV Putra Putri untuk mematenkan ratusan jenis mainannya. Ini belum termasuk empat jenis mainan baru yang setiap bulan diciptakan CV Putra Putri.”Kesadaran penghargaan terhadap karya orang lain masih minim,”katanya. Tantangan lain datang dari kemunculan perusahaan-perusahaan sejenis.

Banyak perusahaan baru menawarkan harga jual lebih rendah sehingga merusak harga pasar.Serbuan produk murah dari China meski tidak terlalu berpengaruh signifikan juga menjadi ujian lainnya. Meski tantangan dan cobaan sepertinya tak pernah berhenti mendera,istri seorang dosen di sebuah universitas di Kota Malang tersebut tetap tegar. Salah satu pendorong semangatnya adalah obsesi mulia untuk memberi pekerjaan bagi banyak orang.“Kami berobsesi bisa menampung 1.000 karyawan dari tempat saya bekerja dulu (Mentari Toy),”katanya. Siswati juga ingin wilayah pemasaran usahanya tidak hanya di dalam negeri.Ke depan dia ingin produk Papoe bisa diekspor ke luar negeri.

Dia mengatakan, ada beberapa pihak yang sudah menjajaki untuk mengekspor produknya.” Mudah-mudahan dalam waktu dekat, produk saya juga bisa dijual ke luar negeri,”harapnya. Cita-cita mulia lainnya adalah keinginannya mendirikan anak usaha dari bidang yang digelutinya saat ini. Siswati ingin membuat perusahaan ekspedisi. Perusahaan ekspedisi akan turut membantu memperlancar distribusi barang. Usaha ekspedisi diakuinya juga punya prospek cerah. ”Dengan adanya usaha tersebut, saya harap dapat kembali mengentaskan pengangguran di wilayah sekitar,”katanya. Tak berhenti di sini, cita-cita mulia Siswati masih berderet antara lain mendirikan sekolah untuk anak usia dini dengan standar tinggi.

Dia ingin anak-anak di Jombang, khususnya di sekitar perusahaannya, berdiri menjadi anak cerdas, mampu meraih cita-cita setinggi langit.Begitulah Siswati,perempuan pengusaha asal Jombang, yang senantiasa tak bisa lepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu, turut membesarkan dan mendidik anak-anak Indonesia.
READ MORE - Wanita Korban PHK Ini Penghasilannya Rp 8 Miliar !